<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Judi Keluarga - Idul Adha 1429H</title>
	<atom:link href="http://tjahtjah.pancadewa.com/2008/12/judi-keluarga-idul-adha-1429h/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tjahtjah.pancadewa.com/2008/12/judi-keluarga-idul-adha-1429h/</link>
	<description>::: Garis Keturunan ~ Palasari 63 - Sumedang :::</description>
	<pubDate>Sat, 19 May 2012 15:13:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: Casino 1242902055</title>
		<link>http://tjahtjah.pancadewa.com/2008/12/judi-keluarga-idul-adha-1429h/#comment-146</link>
		<dc:creator>Casino 1242902055</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 09:25:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tjahtjah.pancadewa.com/?p=101#comment-146</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Casino 1242902055...&lt;/strong&gt;

Casino 1242902055...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Casino 1242902055&#8230;</strong></p>
<p>Casino 1242902055&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widdy</title>
		<link>http://tjahtjah.pancadewa.com/2008/12/judi-keluarga-idul-adha-1429h/#comment-8</link>
		<dc:creator>widdy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 22:01:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tjahtjah.pancadewa.com/?p=101#comment-8</guid>
		<description>judi keluarga berawal dari para cucu yang mengalami kesusahan tidur sehingga para cucu atas mencoba mencari solusi untuk mengatasi kejenuhan dalam menunggu waktu tidur. akhirnya para cucu (athin, opang, ai, wd) menemukan solusi dalam mengatasi kejenuhan yaitu bermain kartu. seiring dengan waktu berjalan para cucu ini mengalami kejenuhan bermain kartu lalu berinisyatif untuk menyumbangkan uangnya sebesar Rp.100 untuk setiap sekali permainan dan Rp.500 batas terbesar untuk menakuti orang untuk tidak bermain. dan para cucu pun mencari solusi bagaimana cara nya agar judi ini tidak ketahuan oleh sodara2 yang lainnya. maka mereka mencari cara dengan mengganti uang dengan batang korek yang dimana setiap batang korek sebesar rp.100. dengan adanya krisis global pada saat ini menyebabkan para cucu tidak memiliki modal untuk bermain "judi keluarga" tersebut. yang dimana judi ini belum ada penerusnya. dan pada saat ini sebuatan judi keluarga pun masih kental ditelinga keluarga besar tjah2. dalam mempertahankan adanya judi keluarga mereka masih melakukan permainan kartu yang dimana setiap pemain yang memegang kartu tidak bole lepas dari kartu tersebut sampai adzan subuh berkumandang dan mereka menyebutnya "perjanjian setan".</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>judi keluarga berawal dari para cucu yang mengalami kesusahan tidur sehingga para cucu atas mencoba mencari solusi untuk mengatasi kejenuhan dalam menunggu waktu tidur. akhirnya para cucu (athin, opang, ai, wd) menemukan solusi dalam mengatasi kejenuhan yaitu bermain kartu. seiring dengan waktu berjalan para cucu ini mengalami kejenuhan bermain kartu lalu berinisyatif untuk menyumbangkan uangnya sebesar Rp.100 untuk setiap sekali permainan dan Rp.500 batas terbesar untuk menakuti orang untuk tidak bermain. dan para cucu pun mencari solusi bagaimana cara nya agar judi ini tidak ketahuan oleh sodara2 yang lainnya. maka mereka mencari cara dengan mengganti uang dengan batang korek yang dimana setiap batang korek sebesar rp.100. dengan adanya krisis global pada saat ini menyebabkan para cucu tidak memiliki modal untuk bermain &#8220;judi keluarga&#8221; tersebut. yang dimana judi ini belum ada penerusnya. dan pada saat ini sebuatan judi keluarga pun masih kental ditelinga keluarga besar tjah2. dalam mempertahankan adanya judi keluarga mereka masih melakukan permainan kartu yang dimana setiap pemain yang memegang kartu tidak bole lepas dari kartu tersebut sampai adzan subuh berkumandang dan mereka menyebutnya &#8220;perjanjian setan&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

